Misteri ditemukannya Besi Tua di kecamatan Langensari

October 17, 2009

lokomotif-langensariADA kehebohan di lokasi projek pembangunan flyover di Kelurahan Muktisari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, Selasa sore (25/8) lalu. Saat itu, pekerja projek yang sedang mengeruk tanah menggunakan backhoe, tak sengaja melihat benda roda besi dan benda mirip lokomotif.

“Benda apa itu?” kata Jani (32), warga Langensari kelahiran Cilacap yang bekerja di projek itu kaget. Tentu, tidak ada yang bisa menjawab pertanyaan itu.

Para pekerja yang dimandori Heri kemudian mencoba menelisik benda itu. Sang mandor kemudian memutuskan untuk mengangkat benda yang cukup berat itu dengan backhoe. Ia berencana mengamankannya di gudang barang projek, tak jauh dari tempat galian.

Pada saat bersamaan, penemuan benda itu diketahui warga setempat. Warga secara berantai menginformasikan hal itu ke warga lainnya, sore hari itu juga. Maka, muncullah kehebohan di Langensari. Mereka pun berbondong-bondong datang ke lokasi penggalian untuk melihat benda langka itu.

Esoknya, lokasi penggalian terus didatangi warga sekitar, bahkan juga warga Cilacap, Jawa Tengah dan Ciamis. Hal itu berlangsung sampai Kamis (27/8), saat benda terakhir yang mirip mesin penggerak dari besi sepanjang kurang lebih tiga meter itu dievakuasi menggunakan backhoe.

“Kami ingin melihat benda yang diributkan peninggalan Belanda itu,” kata Yahya, warga Banjarsari.

Setelah membaca berita mengenai temuan itu di surat kabar, Kamis (27/8), Sekda Kota Banjar Drs. H.R. Sodikin memerintahkan Kepala Dinas Perhubungan dan Kebudayaan Kota Banjar Drs. Yoyo untuk mengecek benda itu. Drs. Yoyo pun meminta Kasi Kebudayaan A. Karso untuk datang ke lokasi dan mempelajarinya. E. Karso bersama Kasi Pariwisata Tati Hartati, Kamis pagi (27/8) bergegas ke lokasi untuk menyaksikan proses evakuasi benda terakhir, sekaligus menyerap informasi dari masyarakat mengenai benda tersebut.

Seusai menyaksikan evakuasi, E. Karso terlihat bersemangat. “Penemuan ini sangat berarti bagi Banjar. Saya menduga benda itu buatan Belanda tahun 1800-an, dan boleh disebut benda cagar budaya yang harus dilestarikan. Kami dari Dinas Perhubungan mengusulkan kepada wali kota agar disimpan di tempat khusus semacam museum,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Camat Langensari Edi Herdianto. Ia mengatakan, penemuan roda besi besar itu selayaknya dijadikan bahan penelitian oleh instansi terkait. Dengan cara itu, diharapkan seluk beluk roda besi diketahui.

“Terlepas dari belum terungkapkan seluk-beluknya, benda itu harus dilestarikan karena diyakini ada kaitan dengan sejarah,” katanya. Keinginan yang sangat mulia dan perlu mendapat apresiasi positif dari semua pihak, tentunya.

**

LALU, benda apakah yang ditemukan di lokasi projek fly- over itu? Benarkah benda cagar budaya seperti diisyaratkan E. Karso?

Benda yang ditemukan di lokasi galian itu adalah empat roda besi berkarat dan satu bongkahan besi bulat berdiameter empat puluh sentimeter dan panjang sekitar tiga meter. Tiga roda dalam keadaan utuh walau ada yang sudah tidak bulat lagi, satu roda lagi — karena berkarat dan tertumbuk paku bumi yang ditancapkan pekerja projek — sudah hancur.

Sementara bongkahan besi, walaupun sedikit hancur di bagian tengahnya, masih tampak utuh. “Kemungkinan besar, bongkahan besi itu mesin penggerak atau lokomotif,” kata E. Karso yang tampak terkagum-kagum melihat benda tersebut.

Saat ditelisik, tidak ada tahun pembuatan yang tertera dalam besi tua dan berkarat itu. Namun, menurut perkiraan E. Karso, roda dan (yang diduga) mesin penggerak itu buatan Belanda tahun 1800-an. “Melihat bentuknya, saya yakin itu buatan Belanda tahun 1800-an. Ini benda bersejarah dan bisa dikategorikan benda cagar budaya,” ujarnya.

Di kalangan masyarakat Langensari, ada silang pendapat mengenai benda itu. Ada yang menyebut benda itu mesin penggerak yang digunakan untuk mengolah sesuatu oleh Belanda, karena ada informasi, dulu di Langensari berdiri satu pabrik pengolahan karet. Produknya diangkut Belanda menggunakan kereta api yang singgah di Stasiun Langensari.

Ada pula yang menyebutkan benda itu lokomotif, seperti diutarakan Hanan (89), warga setempat yang mengaku pernah menjadi Kepala Stasiun KA Langensari hingga tahun 1940-an. Saat melihat benda itu, Hanan yakin bahwa bongkahan besi itu merupakan lokomotif kereta api (KA) kecil yang pernah digunakan tahun 1930-an oleh Belanda. Lokomotif kecil itu kerap digunakan sebagai alat membuat gelaga gula dan bambu.

“Saya tahu, karena tahun 1930-an pernah menjadi Kepala Stasiun Langensari. Jadi, saya paham apa kegunaan roda besi besar tersebut,” katanya. Sayangnya ia mengaku tidak tahu mengapa benda itu terkubur di dalam tanah.

Pendapat manakah yang benar? Masyarakat awam tentu hanya bisa menduga-duga. Yang bisa memberikan jawaban pasti dan memuaskan hanya ahli dan peneliti, misalnya dari Balai Arkeologi (Balar) Bandung atau dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat.

“Tunggu saja jawabannya karena kami akan berkirim surat ke instansi terkait di Bandung,” kata E. Karso. (Aam Permana S/”PR”)*** (sumber berita)

Entry Filed under: Sehari-hari. Tags: , , , , .

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Welcome to Kota Banjar

Just little About me...

Recent Posts

Recent Comments

Categories

RSS DoFollow Blogsohib.Com

Bisnis Uang Internet

Blog Nursohib

Blogroll

Info Beasiswa

Link Belajar Ngeblog

Link Kota Banjar

Link Menarik

Awan Tag :

banjar pataruman banjar patroman besi tua kereta blogger indonesia blog pemula blog wordpress cara buat blog daerah kota banjar daerah langensari dprd banjar dunia blogger info kota banjar Karawang kecamatan langensari kereta api kuno kereta langensari klakson mobil Kota Banjar kotamadya banjar Langensari misteri besi kereta nokia 6120c pemda kota banjar Proyek Flyover langensari pt waskita raya rel kereta api tutorial blog waterpark kota banjar

Blog Stats :

Spam Blocked

Meta